Jakarta – Sejumlah figur publik di industri hiburan Indonesia mulai mengalihkan perhatian pada isu lingkungan sebagai respons atas meningkatnya frekuensi bencana alam di tanah air.

Langkah konkret dilakukan oleh aktris sekaligus Co-founder TS Media, Luna Maya, yang memilih masuk ke sektor bisnis berkelanjutan.

Luna telah menanamkan modalnya di perusahaan rintisan pengelola sampah, Waste4Change, sejak Februari 2023.

“Salah satunya adalah kita investasi di Waste4Change. Aku datang di acara seperti ini, tidak lelah untuk mengedukasi. Ayo berubah,” ujar Luna dikutip dari Katadata SAFE 2026, Kamis (17/9).

Keterlibatan Luna dalam bisnis pengelolaan sampah berawal dari pengalaman pribadinya sebagai pengguna layanan perusahaan tersebut.

Ia mengaku memiliki keresahan mendalam mengenai penumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik di Indonesia.

Investasi tersebut, menurut Luna, merupakan salah satu bentuk tanggung jawab individu untuk mencari solusi atas persoalan lingkungan.

Ia menekankan bahwa upaya mitigasi dan perbaikan kondisi lingkungan tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada pemerintah.

Setiap masyarakat memiliki peran dan kapasitas masing-masing untuk berkontribusi dalam menekan laju kerusakan ekosistem.

“Semua orang punya level tanggung jawab yang sama. Kenapa ini bisa terjadi dan bagaimana kita bisa menghentikan,” tegasnya.

Senada dengan Luna, CEO TS Media, Marianne Rumantir, menyoroti pentingnya kepedulian kolektif di tengah situasi sulit akibat bencana.

Ia menyadari bahwa bencana alam kerap membawa duka, namun masyarakat tetap dituntut untuk menjalani produktivitas harian.

Marianne mendorong masyarakat untuk berkontribusi sesuai dengan kemampuan dan kapasitas yang dimiliki masing-masing.

“When we can help, sure we try to help. Tapi at the same time kita masing-masing semua punya kewajiban hidup dan tanggung jawab,” ucap Marianne.

Ia menjelaskan bahwa bentuk bantuan tidak selalu harus berupa keterlibatan fisik di lokasi bencana.

Bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu atau akses, donasi finansial menjadi alternatif yang sangat berarti bagi percepatan pemulihan.

“Kalau kita belum bisa memberikan tenaga kita, kita memberikan sedikit dari apa yang kita punya, misalkan kita menyumbang ke mana, supaya percepatan penyelesaian masing-masing itu bisa lebih terbantukan,” tambahnya.

Selain bantuan material, Marianne juga menekankan kekuatan suara individu dalam menggalang kesadaran publik.

Ia menilai bahwa penggunaan media sosial atau pengaruh pribadi dapat menjadi instrumen untuk menyebarkan kepedulian.

“A lot of us should also use our voices,” ujar Marianne.

Pentingnya menjaga kesehatan mental dan fisik di tengah tekanan situasi lingkungan juga menjadi fokus utama dalam kampanye yang mereka jalankan.

Masyarakat diimbau untuk tetap menjaga keseimbangan hidup melalui olahraga dan pola makan sehat sebagai fondasi kontribusi yang berkelanjutan.

Sebagai informasi, Waste4Change sendiri merupakan perusahaan yang berfokus pada layanan pengelolaan sampah dari hulu ke hilir.

Perusahaan ini menyediakan sistem pengangkutan sampah yang dipilah langsung dari rumah pelanggan untuk memastikan proses daur ulang berjalan optimal.

Langkah yang diambil oleh para figur publik ini diharapkan dapat memicu kesadaran masyarakat luas mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *