Jakarta – PT PLN (Persero) resmi melakukan perombakan pucuk pimpinan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada Rabu (14/10).

Suroso Isnandar kini menjabat sebagai Direktur Utama PLN menggantikan posisi Darmawan Prasodjo.

Keputusan tersebut diambil sebagai langkah strategis perusahaan untuk menjaga keberlanjutan agenda transformasi sektor ketenagalistrikan nasional.

Fokus utama kepemimpinan baru ini mencakup penguatan keandalan sistem listrik, percepatan pembangunan infrastruktur, serta pengembangan energi baru terbarukan.

Selain itu, peningkatan standar layanan pelanggan tetap menjadi prioritas utama dalam arah kebijakan direksi yang baru.

Komisaris Independen PLN, Andi Arief, mengonfirmasi bahwa Suroso akan tetap merangkap jabatan lamanya sebagai Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan.

Perangkapan jabatan tersebut akan berlaku sementara hingga perusahaan menunjuk pejabat definitif untuk mengisi posisi tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih atas pengabdian yang sangat berarti dari Darmawan Prasodjo, banyak melakukan transformasi. Saya yakin Pak Suroso, dirut baru akan melakukan transformasi lanjutan,” ujar Andi Arief, Kamis (15/10).

Proses pengambilan keputusan dalam RUPSLB dilakukan secara virtual melalui aplikasi telekonferensi.

Andi menjelaskan bahwa rapat tersebut dihadiri oleh jajaran direksi, dewan komisaris, serta perwakilan Badan Pembina BUMN.

“Pelaksanaannya pukul 18.30 WIB sampai dengan selesai,” ungkap Andi.

Sebelum penetapan resmi ini, Suroso sempat terpantau menghadiri rapat koordinasi di Istana Merdeka.

Ia mendampingi Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia serta Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani dalam pertemuan bersama Presiden Prabowo pada Rabu siang.

Suroso Isnandar merupakan sosok yang memiliki rekam jejak panjang di lingkungan PLN selama lebih dari tiga dekade.

Pria kelahiran Klaten, 12 Agustus 1971 ini memiliki latar belakang pendidikan yang kuat di bidang teknik kelistrikan.

Ia meraih gelar sarjana dari Institut Teknologi Bandung pada 1994 sebelum melanjutkan studi ke University of Abertay, Skotlandia, untuk meraih gelar Master of Science pada 1999.

Suroso kemudian menyelesaikan pendidikan doktoral di bidang Teknik Elektro dari Institut Teknologi Bandung pada tahun lalu.

Sebelum menduduki kursi orang nomor satu di PLN, ia pernah menjabat sebagai General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran Sulawesi.

Ia juga sempat memimpin Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali pada periode 2021 hingga 2022.

Keahliannya dalam transformasi digital terbukti saat ia menjabat sebagai Kepala Satuan Digital dan Teknologi Informasi di kantor pusat PLN.

Selain kompetensi teknis, Suroso juga memegang sertifikasi Qualified Risk Governance Professional (QRGP).

Sertifikasi tersebut menegaskan kemampuannya dalam mengelola manajemen risiko perusahaan secara strategis di tengah tantangan transisi energi yang semakin kompleks.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *