Jembrana – Pemerintah resmi memulai akselerasi transisi energi nasional melalui peluncuran rangkaian pembangunan 14 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan total kapasitas mencapai 5,3 gigawatt peak (GWp).

Inisiatif strategis ini diproyeksikan mampu memberikan efisiensi signifikan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga Rp4,6 triliun setiap tahunnya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa proyek-proyek tersebut menyerap nilai investasi jumbo senilai US$7,7 miliar atau setara dengan Rp135 triliun.

“Untuk di hari yang kita laksanakan ini adalah kita groundbreaking untuk 5,3 gigawatt, dan untuk di Bali adalah 1.000 megawatt,” ujar Bahlil dalam acara Launching dan Groundbreaking Program PLTS 100 GWp di Gilimanuk, Bali, Selasa (25/8).

Seluruh rangkaian proyek ini merupakan bagian integral dari Program PLTS 100 GWp yang secara resmi diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto di Monumen Operasi Gilimanuk.

Pemerintah membagi ke-14 proyek tersebut ke dalam beberapa kategori tahapan pengembangan untuk memastikan percepatan operasional di berbagai wilayah.

Sebanyak enam proyek saat ini telah memasuki tahap siap tender dengan total kapasitas mencapai 4.548,92 MWp.

Proyek dengan skala terbesar dalam kategori ini adalah PLTS Terapung Jatiluhur di Purwakarta, Jawa Barat, dengan kapasitas 1.688 MWp.

Selain itu, terdapat PLTS Terapung Cirata (1.250 MWp) dan PLTS Terapung Jatigede (636 MWp) yang juga berlokasi di Jawa Barat.

Pemerintah turut memprioritaskan pengurangan ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) melalui pengembangan PLTS+BESS Klaster Madura berkapasitas 605 MWp di Jawa Timur.

Inisiatif serupa diterapkan di Bali melalui pembangunan PLTS Gilimanuk berkapasitas 300 MWp guna mendukung program eliminasi penggunaan BBM di sektor kelistrikan daerah tersebut.

Proyek keenam dalam daftar siap tender adalah PLTS Lahan Bank Tanah Purwakarta yang memiliki kapasitas sebesar 69 MWp.

Di sisi lain, terdapat tiga proyek yang telah memasuki fase groundbreaking, yaitu PLTS Banyuwangi (130,2 MWp), PLTS Pasuruan (132 MWp), dan PLTS Terapung Gajah Mungkur (134,2 MWp).

Pemerintah juga mencatat progres positif pada tiga proyek yang saat ini sedang dalam tahap konstruksi aktif.

PLTS Tembesi dilaporkan telah mencapai progres 65%, disusul PLTS Terapung Karangkates dengan progres 56,54%, dan PLTS Terapung Saguling sebesar 44,4%.

Dua proyek lainnya, yakni PLTS Pulau Sembur dan PLTS Pulau Rengit, telah mencapai tahap peresmian operasional.

Peluncuran program ini dilakukan secara hibrida, menghubungkan lokasi utama di Gilimanuk dengan tiga lokasi proyek lainnya secara daring.

Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mengejar target energi terbarukan berskala masif demi ketahanan energi nasional dan efisiensi fiskal jangka panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *