Jakarta – Penawaran Sukuk Ritel seri SR025 mencatatkan dinamika menarik pada pekan pertama masa pemesanan dengan dominasi minat investor pada tenor tiga tahun.

Meskipun menawarkan imbal hasil yang sedikit lebih rendah dibandingkan varian tenor lima tahun, seri SR025-T3 justru menjadi instrumen yang paling diburu oleh para investor.

Berdasarkan data transaksi di mitra distribusi hingga Kamis (27/8/2026), SR025-T3 telah berhasil terjual sebesar Rp 2,58 triliun.

Angka tersebut mencerminkan penyerapan sekitar 17,2% dari total kuota yang disediakan pemerintah sebesar Rp 15 triliun.

Di sisi lain, seri SR025-T5 yang memiliki tenor lima tahun mencatatkan realisasi penjualan sebesar Rp 680 miliar.

Pencapaian tersebut setara dengan 13,6% dari total kuota yang ditetapkan sebesar Rp 5 triliun untuk tenor panjang.

Head of PR & Corporate Communication Bibit.id, William, mengungkapkan bahwa preferensi investor terhadap tenor tiga tahun didorong oleh keinginan untuk menyeimbangkan imbal hasil dengan fleksibilitas jangka waktu investasi.

“Dengan selisih imbal hasil hanya 10 basis poin, sebagian investor kemungkinan lebih mempertimbangkan kebutuhan likuiditas dan horizon investasinya sehingga T3 menjadi pilihan yang lebih populer,” kata William, Kamis (27/8/2026).

Sebagai perbandingan, SR025-T3 memberikan imbal hasil tetap sebesar 6,80% per tahun.

Sementara itu, SR025-T5 menawarkan tingkat imbal hasil yang sedikit lebih tinggi, yakni 6,90% per tahun.

William menambahkan bahwa animo masyarakat terhadap seri surat berharga negara ini tergolong positif sejak awal penawaran dibuka.

Potensi pertumbuhan permintaan diyakini masih akan terus berlanjut hingga masa penawaran berakhir pada 16 September 2026 mendatang.

“Permintaan SBN ritel biasanya dapat meningkat signifikan mendekati akhir masa penawaran sehingga perkembangan beberapa minggu ke depan akan menjadi faktor penting,” ujar William.

Secara keseluruhan, pemerintah melalui Kementerian Keuangan menargetkan perolehan dana sebesar Rp 20 triliun dari penerbitan SR025.

Target tersebut terbagi dalam alokasi Rp 15 triliun untuk seri SR025-T3 dan Rp 5 triliun untuk seri SR025-T5.

Pihak pengelola mitra distribusi optimistis bahwa target nasional tersebut dapat tercapai sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

Edukasi mengenai karakteristik produk terus digencarkan agar investor dapat memilih instrumen yang paling sesuai dengan tujuan finansial masing-masing.

“Kami optimistis minat investor akan tetap terjaga sampai penutupan, sembari terus melakukan edukasi agar investor memahami karakteristik SR025 dan memilih produk sesuai kebutuhan finansialnya,” pungkas William.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *