Jakarta – PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk. (SMLE) resmi mengumumkan rencana divestasi kepemilikan saham pada entitas anak usahanya, PT Sinar Aroma Sentosa (SAS).

Perusahaan berencana melepas 50 persen saham SAS kepada Denico Food Ingredients, sebuah entitas bisnis asal Denmark yang bergerak di sektor bahan baku pangan.

Langkah strategis ini bertujuan untuk mentransformasi SAS menjadi platform bahan pangan berskala regional.

“Denico mengambil 50% saham PT Sinar Aroma Sentosa [SAS] untuk membangun platform bahan pangan regional,” tulis manajemen SMLE dalam keterbukaan informasi, dikutip Keterbukaan Informasi SMLE, Minggu (11/10/2026).

Struktur transaksi ini tidak melibatkan pembentukan perusahaan patungan atau joint venture baru.

Denico akan mengakuisisi saham SAS langsung dari pemegang saham yang ada saat ini.

Setelah proses divestasi rampung, SMLE dan Denico akan berbagi kendali dengan porsi kepemilikan masing-masing sebesar 50 persen.

“Tujuan [divestasi] memperkuat Sinarom melalui gabungan kapabilitas, portofolio, jaringan, dan keahlian,” lanjut manajemen SMLE dalam dokumen public expose insidentil, Minggu (11/10/2026).

Hingga saat ini, nilai transaksi tersebut masih dalam tahap penentuan oleh pihak ketiga yang independen.

Penyelesaian akuisisi masih bergantung pada sejumlah syarat, termasuk uji tuntas atau due diligence, penandatanganan perjanjian definitif, serta izin dari otoritas terkait.

Kolaborasi ini diproyeksikan menjadikan SAS sebagai pusat penciptaan nilai atau value creation hub.

Fasilitas tersebut nantinya akan mengintegrasikan kegiatan pencampuran bahan, pengembangan aplikasi produk, hingga riset dan pengembangan.

Denico sendiri merupakan perusahaan asal Denmark yang didirikan pada 2001 dengan portofolio lebih dari 800 jenis bahan baku.

Mereka memiliki spesialisasi teknis dalam industri pengolahan daging, produk unggas, dan industri pengolahan susu.

Kemitraan ini akan menyasar tiga lini bisnis utama SAS, yakni bahan fungsional untuk daging dan unggas, produk mayones, saus, serta olahan susu.

Produk yang ditargetkan mencakup bahan baku untuk nugget, sosis, bakso, berbagai jenis saus, hingga produk turunan susu seperti yoghurt, es krim, dan gelato.

Secara geografis, SMLE menargetkan Indonesia sebagai basis produksi utama untuk menyuplai pasar domestik.

Setelah pasar lokal stabil, perusahaan akan membidik ekspansi ke Asia Tenggara, Asia Timur, serta kawasan Asia lainnya.

Lebih jauh, SMLE berencana merambah pasar Timur Tengah dan Afrika Utara dengan memanfaatkan jaringan distribusi Denico di Dubai.

Pihak manajemen SMLE menyatakan bahwa rincian jadwal penyelesaian transaksi maupun nilai final akan segera diinformasikan kepada publik.

“Perkembangan pelaksanaan akan disampaikan melalui keterbukaan informasi kepada publik,” tegas manajemen perseroan dalam keterbukaan informasi, Minggu (11/10/2026).

Kemitraan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing teknis dan membuka pintu bagi produk lokal untuk menembus jaringan pasar global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *