Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi perdagangan akhir pekan, Jumat (21/8/2026), dengan catatan positif di zona hijau.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks menguat sebesar 0,37 persen atau setara dengan kenaikan 24,10 poin.

Level penutupan IHSG berada di posisi 6.525,69 pada akhir perdagangan hari ini.

Kinerja positif tersebut sekaligus menggenapi akumulasi kenaikan indeks sebesar 3,55 persen sepanjang satu pekan terakhir.

Sentimen pasar yang terjaga menjadi motor penggerak utama bagi pergerakan indeks selama lima hari perdagangan berturut-turut.

Data BEI menunjukkan sebanyak 319 saham berhasil mencatatkan kenaikan harga di papan perdagangan.

Sebaliknya, terdapat 294 saham yang mengalami koreksi, sementara 178 saham lainnya ditutup stagnan.

Aktivitas transaksi di pasar modal domestik tergolong cukup tinggi dengan total volume mencapai 53,24 miliar lembar saham.

Secara keseluruhan, nilai transaksi harian di pasar saham menyentuh angka Rp 16,99 triliun.

Penguatan IHSG hari ini didorong oleh kenaikan enam indeks sektoral yang menjadi penopang utama.

Sektor infrastruktur mencatatkan performa paling impresif dengan kenaikan sebesar 0,47 persen.

Selanjutnya, sektor keuangan membukukan penguatan sebesar 0,32 persen.

Sektor barang konsumer primer juga turut memberikan kontribusi positif dengan kenaikan 0,23 persen.

Sektor perindustrian serta sektor perindustrian dan logistik masing-masing mencatatkan kenaikan sebesar 0,15 persen.

Sementara itu, sektor energi melengkapi jajaran sektor yang menguat dengan kenaikan tipis sebesar 0,14 persen.

Di sisi lain, tekanan jual masih terlihat pada sejumlah sektor yang mengalami koreksi.

Sektor kesehatan memimpin pelemahan dengan penurunan sebesar 0,88 persen.

Sektor transportasi menyusul dengan pelemahan sebesar 0,48 persen, diikuti oleh sektor teknologi sebesar 0,46 persen.

Sektor properti dan real estate serta sektor barang konsumer non-primer masing-masing melemah sebesar 0,18 persen.

Arus modal asing kembali menunjukkan tren masuk yang signifikan ke pasar saham domestik.

Investor asing mencatatkan aksi beli bersih atau net buy jumbo senilai Rp 974,57 miliar di seluruh pasar.

Dominasi investor asing terlihat jelas pada saham-saham berkapitalisasi besar, terutama di sektor perbankan.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi saham yang paling banyak diborong asing dengan nilai mencapai Rp 628,49 miliar.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyusul di posisi kedua dengan nilai beli bersih sebesar Rp 269,09 miliar.

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan nilai beli bersih asing sebesar Rp 140,01 miliar.

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) turut menarik minat investor asing dengan nilai beli Rp 137,3 miliar.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) menyusul dengan catatan beli bersih sebesar Rp 113,14 miliar.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan nilai beli asing senilai Rp 99,03 miliar.

PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Timah Tbk (TINS) masing-masing mencatatkan beli bersih sebesar Rp 27,61 miliar dan Rp 26,91 miliar.

PT Mayora Indah Tbk (MYOR) dan PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) melengkapi daftar sepuluh besar saham dengan nilai beli bersih asing masing-masing sebesar Rp 17,08 miliar dan Rp 15,78 miliar, dikutip dari data Bursa Efek Indonesia, Jumat (21/8/2026).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *