Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi perdagangan akhir pekan dengan pelemahan tipis sebesar 0,05 persen ke posisi 6.518,12 pada Jumat (28/8/2026).

Meskipun sempat terkoreksi di penutupan, performa indeks secara akumulatif dalam kurun waktu sepekan terakhir tetap menunjukkan tren positif dengan penguatan sebesar 0,25 persen.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dirilis pada Minggu (30/8/2026) menunjukkan dinamika arus modal asing yang cukup kontras antara aktivitas harian dan mingguan.

Pada perdagangan hari terakhir pekan ini, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih atau net sell di seluruh pasar dengan total nilai mencapai Rp 482,24 miliar.

Namun, angka tersebut tidak serta merta mengubah posisi investor asing sebagai pembeli bersih selama periode satu minggu terakhir.

Dalam kurun waktu lima hari perdagangan tersebut, investor asing justru membukukan akumulasi beli bersih atau net buy dengan nilai jumbo mencapai Rp 2,41 triliun.

Minat beli asing tampak terkonsentrasi pada emiten-emiten berkapitalisasi pasar besar, khususnya dari sektor perbankan yang menjadi penggerak utama pasar modal domestik.

Tren akumulasi saham big caps oleh investor global ini menjadi indikator positif bagi kepercayaan pasar terhadap fundamental perusahaan besar di Indonesia.

Berdasarkan data BEI, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencatatkan nilai net buy asing tertinggi selama sepekan dengan nilai mencapai Rp 1,35 triliun.

Posisi selanjutnya ditempati oleh saham-saham perbankan raksasa, yakni PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan net buy sebesar Rp 460,5 miliar.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyusul di peringkat ketiga dengan nilai beli bersih asing sebesar Rp 380,2 miliar.

Selanjutnya, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatatkan aksi beli asing senilai Rp 347,61 miliar.

Sektor komoditas dan pertambangan juga tidak luput dari incaran investor asing selama sepekan ini.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan net buy sebesar Rp 270,59 miliar, disusul oleh PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) sebesar Rp 263,8 miliar.

Emiten telekomunikasi PT XL Axiata Tbk (EXCL) juga masuk dalam daftar dengan nilai beli asing Rp 235,87 miliar.

Melengkapi daftar sepuluh besar, terdapat PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan nilai Rp 225,82 miliar.

Selain itu, PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) mencatatkan angka Rp 138,19 miliar.

Terakhir, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menutup daftar dengan nilai net buy asing sebesar Rp 105,16 miliar.

Secara keseluruhan, meskipun IHSG sempat mengalami tekanan jual pada akhir pekan, akumulasi beli asing yang signifikan menunjukkan optimisme jangka menengah yang masih terjaga di pasar saham Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *