Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja negatif yang signifikan pada pembukaan pekan ini, Senin (28/9/2026).

Aksi jual masif dari investor asing menjadi pemicu utama merosotnya indeks ke level 6.147,85.

Secara akumulatif, indeks mengalami koreksi tajam sebesar 1,5 persen atau tergerus 94 poin dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.

Tekanan jual yang konsisten terjadi sejak sesi pembukaan hingga penutupan pasar.

Sepanjang hari, pergerakan indeks terpantau berada di zona merah dengan rentang fluktuasi antara level terendah 6.140 dan posisi tertinggi 6.227.

Data pasar menunjukkan bahwa arus keluar modal asing mencapai angka fantastis, yakni Rp 1,13 triliun di seluruh pasar.

Volume transaksi perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini tercatat mencapai 37,37 miliar saham.

Nilai transaksi harian yang terbentuk mencapai Rp 12,58 triliun.

Sentimen negatif di pasar modal hari ini tampak mendominasi, terlihat dari jumlah emiten yang mengalami pelemahan harga.

Sebanyak 532 saham ditutup di zona merah, sementara hanya 189 saham yang mampu mencatatkan penguatan.

Sisanya, terdapat 81 saham yang bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga.

Berdasarkan data RTI Business, investor asing terpantau melepas sejumlah saham berkapitalisasi besar secara agresif.

PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi sasaran utama aksi jual asing dengan nilai mencapai Rp 241,5 miliar.

Di urutan kedua, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mencatatkan net sell asing sebesar Rp 121,68 miliar.

Selanjutnya, saham PT Timah Tbk (TINS) mengalami tekanan jual asing senilai Rp 41,15 miliar.

PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) juga mencatatkan angka net sell sebesar Rp 26,68 miliar.

Posisi kelima ditempati oleh PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dengan nilai jual asing Rp 15,64 miliar.

Emiten PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) menyusul dengan catatan net sell sebesar Rp 15,6 miliar.

Saham PT Astra International Tbk (ASII) juga tidak luput dari aksi jual dengan nilai Rp 13,75 miliar.

Berikutnya, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan angka jual asing sebesar Rp 13,4 miliar.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) mencatatkan net sell sebesar Rp 12,65 miliar.

Terakhir dalam daftar 10 besar, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dilepas asing senilai Rp 6,64 miliar.

Keluarnya modal asing dalam skala besar ini merefleksikan adanya pergeseran sentimen investor terhadap aset berisiko di pasar domestik.

Para pelaku pasar saat ini cenderung bersikap defensif di tengah ketidakpastian ekonomi yang memicu aksi ambil untung maupun perpindahan portofolio ke instrumen lain.

Kondisi pasar yang lesu ini menuntut investor untuk lebih selektif dalam menempatkan modalnya di tengah tren penurunan IHSG yang cukup dalam pada awal pekan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *