Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan pemulihan signifikan pada perdagangan Kamis (3/9/2026) dengan ditutup menguat di zona hijau.
Indeks utama domestik ini berhasil melompat 1,09 persen atau setara dengan 71,99 poin, sehingga menetap di posisi 6.667,89.
Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI Business menunjukkan dinamika pergerakan indeks sepanjang sesi perdagangan kemarin.
IHSG tercatat bergerak pada rentang level terendah 6.614 hingga level tertinggi menyentuh angka 6.681.
Sentimen positif di pasar saham tanah air juga tercermin dari tingginya aktivitas transaksi harian.
Total volume perdagangan saham di bursa mencapai 40,79 miliar lembar saham dengan total nilai transaksi menyentuh Rp 18,64 triliun.
Secara keseluruhan, sentimen pelaku pasar cenderung optimis dengan dominasi saham-saham yang mengalami kenaikan harga.
Tercatat sebanyak 402 saham ditutup dalam posisi menguat, sementara 213 saham mengalami pelemahan.
Selain itu, terdapat 280 saham lainnya yang berakhir stagnan atau tidak mengalami perubahan harga dibandingkan penutupan hari sebelumnya.
Lonjakan IHSG ini mendapatkan dorongan kuat dari masuknya aliran modal asing ke pasar domestik.
Investor asing terpantau melakukan aksi beli bersih atau net buy dengan nilai mencapai Rp 1,07 triliun di seluruh pasar.
Meskipun terjadi penguatan indeks secara umum, beberapa emiten justru mengalami tekanan jual yang cukup intensif dari para investor asing.
Berikut adalah daftar 10 saham dengan nilai net sell asing terbesar selama perdagangan Kamis (3/9/2026):
PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) memuncaki daftar dengan nilai jual bersih asing sebesar Rp 97,31 miliar.
Posisi kedua ditempati PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan nilai penjualan mencapai Rp 87,98 miliar.
Selanjutnya, PT Petrosea Tbk (PTRO) mencatatkan net sell asing sebesar Rp 84,84 miliar.
PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) menyusul dengan angka Rp 82,47 miliar, diikuti PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sebesar Rp 65,28 miliar.
Saham PT Indosat Tbk (ISAT) juga mencatatkan aksi jual asing senilai Rp 56,02 miliar.
Sementara itu, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatatkan nilai jual bersih asing sebesar Rp 51,02 miliar.
Tiga posisi terakhir dalam daftar 10 besar diduduki oleh PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dengan Rp 19,47 miliar.
Kemudian PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dengan Rp 18,76 miliar, dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) sebesar Rp 14,69 miliar.
Kombinasi antara penguatan indeks dan derasnya aliran modal asing menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia masih terjaga dengan baik.
Kondisi ini menjadi indikator penting bagi stabilitas ekonomi nasional di tengah fluktuasi pasar global.
Para pelaku pasar kini menantikan kelanjutan tren penguatan ini pada sesi perdagangan berikutnya.










