Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dari tekanan pasar dengan mencatatkan penguatan signifikan sebesar 1,04% pada akhir pekan ini, Sabtu (10/10/2026).
Indeks ditutup pada level 6.093,75 setelah sempat mengalami pelemahan tajam pada sesi perdagangan sebelumnya.
Data yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan bahwa pergerakan indeks sepanjang hari perdagangan didominasi oleh zona hijau.
IHSG sempat menyentuh level terendah di angka 5.995, sementara level tertinggi yang berhasil dicapai berada pada posisi 6.100.
Secara kumulatif, tren positif di akhir pekan ini berhasil mendorong IHSG mencatat kenaikan sebesar 0,94% selama periode sepekan terakhir.
Aktivitas perdagangan di bursa domestik terpantau cukup ramai dengan total volume transaksi mencapai 38,38 miliar saham.
Nilai transaksi harian yang dibukukan oleh para pelaku pasar tercatat menyentuh angka Rp 9,95 triliun.
Dinamika harga saham di lantai bursa menunjukkan dominasi sentimen positif dari para investor.
Tercatat sebanyak 381 saham mengalami kenaikan harga, sementara 238 saham lainnya mengalami koreksi.
Selain itu, sebanyak 172 saham lainnya terpantau bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga dibandingkan penutupan sebelumnya.
Pada sisi arus modal, investor asing menunjukkan sikap optimis dengan membukukan beli bersih atau net buy sebesar Rp 29,63 miliar di seluruh pasar.
Namun, di balik aksi beli tersebut, investor asing juga tercatat melakukan aksi lepas saham secara masif pada beberapa emiten berkapitalisasi besar.
Bursa Efek Indonesia merinci sepuluh saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing atau net sell pada perdagangan Jumat (9/10/2026).
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memuncaki daftar dengan nilai jual bersih mencapai Rp 154,63 miliar.
Selanjutnya, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatatkan nilai jual asing sebesar Rp 80,41 miliar.
Di posisi ketiga, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mencatatkan net sell asing senilai Rp 46,49 miliar.
Daftar tersebut diikuti oleh PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) dengan nilai Rp 23,13 miliar dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) sebesar Rp 20,13 miliar.
Sektor perbankan lainnya, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), juga masuk dalam daftar dengan net sell sebesar Rp 14,79 miliar.
Saham PT Astra International Tbk (ASII) menyusul dengan nilai lepas sebesar Rp 14,43 miliar.
Posisi kedelapan hingga kesepuluh ditempati oleh PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) senilai Rp 13,97 miliar, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) senilai Rp 11,16 miliar, dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN) sebesar Rp 8,43 miliar.
Kombinasi antara aksi beli bersih secara total dan aksi jual pada saham-saham spesifik mencerminkan strategi rotasi portofolio yang dilakukan oleh investor asing di tengah fluktuasi pasar modal Indonesia.










