Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan jual signifikan pada penutupan perdagangan Kamis (10/9/2026).
Indeks acuan domestik tersebut harus berakhir di zona merah setelah sempat mengawali sesi di zona hijau.
Data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui RTI menunjukkan bahwa IHSG terkoreksi sebesar 1,33% ke level 6.589,33.
Rentang pergerakan indeks sepanjang hari perdagangan tercatat berada di posisi 6.585 hingga 6.712.
Sentimen negatif menyelimuti pasar akibat aksi jual bersih atau net sell oleh investor asing yang mencapai angka jumbo sebesar Rp 1,95 triliun di seluruh pasar.
Kondisi tersebut diperburuk dengan pelemahan menyeluruh yang terjadi pada seluruh sektor saham di papan bursa.
Sektor energi, transportasi, dan infrastruktur menjadi penyumbang utama pelemahan indeks hari itu.
Selain itu, sektor kesehatan, barang baku, perindustrian, properti, real estat, serta barang konsumen primer juga tidak mampu bertahan dari tekanan pasar.
Tingginya aktivitas perdagangan mencerminkan volatilitas pasar yang cukup intensif selama sesi berlangsung.
Total volume transaksi saham yang tercatat di BEI mencapai 51,06 miliar lembar saham.
Nilai transaksi harian di bursa domestik pada Kamis tersebut menyentuh angka Rp 21,58 triliun.
Statistik perdagangan menunjukkan dominasi saham-saham yang mengalami pelemahan harga.
Sebanyak 516 saham tercatat ditutup di zona negatif, sementara hanya 150 saham yang mampu menguat.
Sebanyak 127 saham lainnya terpantau bergerak stagnan sepanjang hari.
Meskipun terjadi aksi jual masif, investor asing tetap melakukan akumulasi pada beberapa emiten tertentu.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjadi saham dengan nilai net buy terbesar asing, yakni mencapai Rp 301,67 miliar.
Posisi kedua ditempati oleh PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dengan nilai beli bersih sebesar Rp 179,08 miliar.
Berikutnya, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) mencatatkan net buy sebesar Rp 146,66 miliar dari investor asing.
Selanjutnya, saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dibeli asing dengan nilai Rp 145,79 miliar.
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menyusul dengan catatan net buy sebesar Rp 57,3 miliar.
Investor asing juga melakukan pembelian bersih pada saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) senilai Rp 50,16 miliar.
Saham PT Timah Tbk (TINS) turut dikoleksi asing dengan nilai transaksi Rp 45,91 miliar.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencatatkan net buy sebesar Rp 36,52 miliar.
PT Astra International Tbk (ASII) dibeli asing senilai Rp 34,17 miliar.
Terakhir, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) melengkapi daftar 10 saham dengan net buy terbesar dengan nilai Rp 28,28 miliar.
Pola transaksi ini menunjukkan adanya strategi selektif dari investor asing di tengah tren pelemahan IHSG yang cukup dalam.









