Mandalika – PT Pertamina (Persero) tengah memproses perpanjangan hak penamaan atau naming rights untuk ajang balap MotoGP di Indonesia tahun depan.
Langkah strategis ini dilakukan perusahaan pelat merah tersebut guna memperkuat eksistensi merek mereka di kancah internasional.
Kepastian mengenai rencana kelanjutan kerja sama tersebut disampaikan langsung oleh VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, di sirkuit Mandalika, Sabtu (10/10).
“Saat ini untuk naming rights even MotoGP sedang dalam proses kami, dan insya Allah tahun depan masih berlanjut,” kata Baron sebagaimana dikutip dari konferensi pers Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
Hak penamaan yang dimiliki Pertamina saat ini mencakup penyebutan nama ajang balap menjadi Pertamina Grand Prix of Indonesia.
Selain itu, label tersebut juga melekat pada fasilitas sirkuit yang dikenal sebagai Pertamina Mandalika International Circuit.
Baron menekankan bahwa keterlibatan ini merupakan instrumen penting bagi perusahaan untuk mendongkrak profil energi nasional di mata dunia.
“Kita berharap dampaknya adalah bagaimana branding Pertamina sebagai industri energi nasional bisa menjadi branding global,” ujarnya.
Selain menjadi sponsor utama ajang balap, Pertamina juga memperluas pengaruhnya melalui anak usaha Pertamina Lubricants.
Unit bisnis tersebut saat ini tercatat sebagai sponsor tim balap VR46, di mana kontrak kerja sama tersebut juga akan berakhir pada tahun 2026.
Di sisi lain, masa depan gelaran MotoGP di Indonesia mendapatkan sinyal positif dari pemegang hak komersial ajang tersebut, Dorna Sports.
Dorna Sports berkomitmen untuk terus menyelenggarakan balapan motor kelas dunia di Mandalika hingga tahun 2031.
Wakil CEO Dorna Sports, Carlos Ezpeleta, menyatakan bahwa Indonesia memegang peran vital dalam peta pengembangan MotoGP global.
Posisi penting tersebut didorong oleh besarnya potensi pasar serta antusiasme yang luar biasa dari penggemar balap motor di tanah air.
“Kami berencana untuk berada di sini setidaknya hingga tahun 2031,” kata Ezpeleta dikutip dari keterangan resmi Dorna Sports, Kamis (8/10/2026).
Skema kerja sama yang diterapkan menggunakan model kontrak lima tahun dengan opsi perpanjangan lima tahun berikutnya atau 5+5.
Meski komitmen jangka panjang telah diutarakan, detail operasional penyelenggaraan masih harus melalui tahap pembahasan lanjutan.
Salah satu poin krusial yang memerlukan diskusi lebih mendalam adalah terkait besaran biaya penyelenggaraan atau hosting fee.
Pihak Dorna Sports telah melakukan serangkaian pertemuan intensif dengan Pemerintah Indonesia untuk mematangkan skema kerja sama tersebut.
Diskusi serupa juga melibatkan Mandalika Grand Prix Association (MGPA) serta InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) selaku pengelola utama kawasan Sirkuit Mandalika.
Kehadiran MotoGP di Mandalika diharapkan terus memberikan dampak ekonomi dan pariwisata yang signifikan bagi Indonesia secara berkelanjutan.










