Jakarta – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) secara resmi mengumumkan perubahan pada jajaran pimpinan eksekutif perusahaan melalui pengunduran diri Wakil Direktur Utama, Catherine Hindra Sutjahyo.
Kabar pengunduran diri ini dikonfirmasi langsung oleh pihak manajemen perusahaan melalui keterbukaan informasi publik pada Sabtu (29/8/2026).
Direktur dan Sekretaris Perusahaan GOTO, R.A. Koesoemohadiani, menyatakan bahwa perseroan telah menerima surat permohonan pengunduran diri tersebut pada 28 Agustus 2026.
Keputusan Catherine untuk melepas jabatannya didasari oleh pertimbangan pribadi dan keluarga.
“Perseroan telah menerima surat permohonan pengunduran diri dari Ibu Catherine Hindra Sutjahyo dari jabatannya selaku Wakil Direktur Utama Perseroan dikarenakan alasan pribadi/keluarga,” ujar R.A. Koesoemohadiani dalam keterbukaan informasi yang dikutip dari Laman Resmi Bursa Efek Indonesia, Jumat (28/8/2026).
Manajemen GOTO menegaskan bahwa seluruh proses transisi kepemimpinan ini akan dijalankan sesuai dengan regulasi yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Selain itu, prosedur tersebut juga harus mematuhi anggaran dasar perusahaan yang berlaku bagi emiten terbuka.
Sebagai langkah tindak lanjut, perusahaan akan meminta restu dari para pemegang saham terkait pengunduran diri tersebut.
Persetujuan formal dijadwalkan akan dibahas dalam forum Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).
“RUPSLB Perseroan dengan agenda persetujuan atas pengunduran diri pihak sebagaimana tersebut di atas akan dilaksanakan pada tanggal 14 Oktober 2026,” tambah Diani, sapaan akrab R.A. Koesoemohadiani.
Hingga pelaksanaan RUPSLB tersebut, Catherine masih terikat dengan ketentuan yang berlaku bagi pejabat perusahaan terbuka.
Pihak manajemen memastikan bahwa perubahan susunan direksi ini tidak akan mengganggu stabilitas internal perusahaan.
Diani menekankan bahwa pengunduran diri tersebut tidak memberikan dampak negatif terhadap kegiatan operasional GOTO.
Kondisi hukum, kesehatan keuangan, serta keberlangsungan usaha perseroan dipastikan tetap berjalan normal sebagaimana mestinya.
Hingga saat ini, pihak GOTO belum memberikan keterangan resmi mengenai siapa sosok yang akan menggantikan posisi Catherine di jajaran direksi.
Rencana perubahan susunan pengurus secara menyeluruh pasca-pengunduran diri tersebut juga belum dijabarkan lebih lanjut dalam dokumen keterbukaan informasi terbaru.
Kepergian Catherine Hindra Sutjahyo menjadi sorotan mengingat perannya yang cukup sentral dalam struktur kepemimpinan GOTO selama ini.
Perusahaan terus berupaya menjaga kepercayaan investor di tengah dinamika perubahan manajemen yang terjadi.
Sebagai informasi, langkah ini diambil di saat GOTO sedang melakukan konsolidasi bisnis untuk memperkuat fundamental perusahaan di pasar modal Indonesia.
Proses transisi ini akan terus dipantau oleh para pelaku pasar hingga keputusan final disahkan dalam RUPSLB mendatang pada pertengahan Oktober 2026.










