New York – Bursa saham Amerika Serikat mencatatkan pemulihan signifikan pada perdagangan Jumat (11/9/2026).
Indeks utama Wall Street kompak melesat di tengah tekanan inflasi yang masih membayangi pasar.
Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 530,49 poin atau 1,02% ke level 52.593,73.
S&P 500 turut terangkat 79,68 poin atau 1,05% menjadi 7.671,38.
Nasdaq Composite menyusul dengan kenaikan 318,32 poin atau 1,22% ke posisi 26.400,04.
Sentimen positif ini didorong oleh penurunan harga minyak mentah global yang memberikan ruang napas bagi para investor.
Harga minyak mentah Brent terpantau terkoreksi sekitar 3%, meski masih bertahan di kisaran US$104 per barel.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga melemah sekitar 3% menuju level US$100 per barel.
“Setelah beberapa hari berada dalam posisi defensif, pergerakan hari ini terlihat seperti kembali menuju rata-rata,” ujar managing member Ingenium Analytics, Andre Bakhos, Sabtu (12/9/2026).
Dia menambahkan bahwa kondisi pasar yang sempat berada di area oversold memicu aksi pelepasan posisi yang kemudian mendorong indeks ke zona hijau.
Meski berakhir menguat, pasar tetap dalam kewaspadaan tinggi terkait arah kebijakan moneter Federal Reserve.
Data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS tercatat naik 0,4% pada Agustus, meningkat dibanding kenaikan 0,1% di bulan Juli.
Secara tahunan, inflasi AS bertahan di angka 3,4% pada Agustus.
Kenaikan inflasi ini memicu ekspektasi pelaku pasar terhadap langkah agresif bank sentral.
Berdasarkan data CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan berikutnya kini menyentuh 87%.
Angka tersebut melonjak tajam dari posisi 70% sebelum laporan data CPI dirilis.
“Angka hari ini tidak cukup untuk membuat investor berbondong-bondong keluar dari pasar,” kata chief investment officer Bokeh Capital Partners, Kim Forrest.
Menurut Forrest, penurunan tajam yang terjadi pada perdagangan hari Kamis kemungkinan besar sudah berlebihan.
Sektor teknologi menjadi motor utama penggerak indeks S&P 500 sepanjang sesi perdagangan.
Saham Dell Technologies memimpin dengan lonjakan lebih dari 11% hingga mencatatkan rekor tertinggi baru.
Hewlett Packard Enterprise (HPE) naik hampir 10%, sementara HP Inc. menguat sekitar 7%.
Penguatan sektor teknologi juga didorong oleh kinerja positif Oracle yang melampaui ekspektasi analis, sehingga meredam kekhawatiran atas investasi besar di bidang kecerdasan buatan.
Di luar sektor teknologi, saham ACV Auctions mencatatkan kenaikan fantastis sebesar 44%.
Lonjakan tersebut dipicu oleh kesepakatan akuisisi oleh Copart senilai hampir US$1,9 miliar.
Terlepas dari kenaikan pada hari Jumat, Wall Street secara keseluruhan masih mencatatkan kinerja mingguan yang cukup berat.
Dow Jones terancam mencatatkan penurunan mingguan terdalam sejak Maret.
Sementara itu, S&P 500 dan Nasdaq berisiko memutus tren penguatan selama dua pekan berturut-turut.
Indikator volatilitas pasar, VIX, terpantau turun 2,08 poin ke level 15,76 sebagai respons atas meredanya kecemasan investor jangka pendek.










