Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan mengalami pemulihan atau rebound pada sesi perdagangan Kamis (3/9/2026).
Proyeksi ini muncul menyusul koreksi tipis yang terjadi pada penutupan pasar hari sebelumnya.
Pada perdagangan Rabu (2/9/2026), IHSG tercatat melemah 0,06% ke posisi 6.595,77.
Pergerakan indeks tersebut dibayangi oleh aksi jual bersih atau net sell investor asing yang mencapai Rp 235 miliar.
Tekanan jual dari investor asing pada sesi sebelumnya secara spesifik menyasar sejumlah emiten berkapitalisasi besar.
Beberapa saham yang menjadi target pelepasan investor asing antara lain PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO).
Selain itu, saham PT Astra International Tbk (ASII), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga mengalami tekanan serupa.
Menanggapi dinamika pasar tersebut, Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memberikan pandangannya terkait potensi pergerakan indeks hari ini.
Ia menyatakan bahwa IHSG memiliki ruang untuk kembali menguat meski harus tetap memperhatikan batasan teknikal yang ada.
“Support IHSG berada di level 6.520-6.550 dan resistance 6.630-6.700,” ujar Fanny dalam risetnya, Kamis (3/9/2026).
Berdasarkan analisis teknikal tersebut, BNI Sekuritas merilis daftar enam saham pilihan yang layak dicermati oleh pelaku pasar.
Pertama, saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) disarankan untuk Buy on Weakness pada rentang harga Rp 2.850 hingga Rp 2.880.
Investor disarankan untuk menetapkan batas cut loss di bawah Rp 2.830 dengan target harga terdekat Rp 2.910-Rp 2.940.
Kedua, untuk PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), direkomendasikan strategi Speculative Buy dengan titik beli di level Rp 8.500.
Batas cut loss untuk saham ini berada di bawah Rp 8.400 dengan target harga di kisaran Rp 8.700-Rp 8.825.
Ketiga, saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mendapatkan rekomendasi Speculative Buy pada rentang beli Rp 342-Rp 348.
Investor disarankan melakukan cut loss jika harga menembus di bawah Rp 340, dengan target harga Rp 354-Rp 360.
Keempat, PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) masuk dalam daftar dengan rekomendasi Buy on Weakness.
Area beli yang disarankan untuk JGLE berada di Rp 85-Rp 88 dengan cut loss di bawah Rp 84 serta target harga Rp 90-Rp 93.
Kelima, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) direkomendasikan untuk Speculative Buy dengan area beli Rp 204-Rp 208.
Batas cut loss ditetapkan di bawah Rp 204, sementara target harga berada pada kisaran Rp 216-Rp 220.
Terakhir, PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) direkomendasikan Speculative Buy dengan area beli Rp 825-Rp 850.
Investor disarankan untuk melakukan cut loss di bawah Rp 825 dengan target harga terdekat Rp 865-Rp 890.










