Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja impresif dengan melesat 1,03 persen pada perdagangan sesi pertama hari ini, Kamis (3/9/2026).
Indeks ditutup di level 6.663,561 setelah mengalami penguatan sebesar 67,785 poin.
Tren positif ini senada dengan sentimen optimisme yang menyelimuti sejumlah bursa saham di kawasan Asia.
Data yang dihimpun RTI menunjukkan sebanyak 423 saham berhasil ditutup di zona hijau.
Sementara itu, terdapat 209 saham yang mengalami pelemahan dan 159 saham lainnya bergerak stagnan.
Aktivitas perdagangan terlihat cukup aktif dengan total volume mencapai 23,6 miliar lembar saham.
Nilai transaksi yang dibukukan oleh pelaku pasar tercatat mencapai Rp 9,95 triliun hingga jeda siang.
Sektor transportasi menjadi motor penggerak utama dengan kenaikan indeks sebesar 2,39 persen.
Sektor industri menyusul dengan penguatan 2,33 persen, diikuti sektor energi yang naik 1,88 persen.
Pada jajaran saham LQ45, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) memimpin kenaikan dengan lonjakan 7,92 persen ke level Rp 3.270.
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) juga mencatatkan performa gemilang dengan kenaikan 6,25 persen ke harga Rp 2.890.
Di sisi lain, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) turut menguat sebesar 5,80 persen menjadi Rp 2.370 per lembar saham.
Sebaliknya, tekanan jual masih membayangi sejumlah saham, seperti PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) yang terkoreksi 2,10 persen ke posisi Rp 700.
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) juga melemah tipis sebesar 0,33 persen ke level Rp 1.530.
Sentimen pasar global saat ini sangat dipengaruhi oleh antisipasi terhadap rilis data nonfarm payrolls Amerika Serikat yang dijadwalkan pada Jumat (4/9/2026).
Data ketenagakerjaan ini menjadi krusial setelah laporan sebelumnya menunjukkan hasil yang berada di bawah ekspektasi pasar.
Investor kini tengah menanti arah kebijakan moneter Federal Reserve yang akan diputuskan pada bulan ini.
Pernyataan dari pejabat bank sentral, termasuk Gubernur Federal Reserve Christopher Waller, menjadi sorotan utama bagi para pelaku pasar.
Pasar saat ini mencatat peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September berada di kisaran 61 persen.
Di pasar regional, bursa saham China daratan terpantau kembali menguat setelah sempat mengalami tekanan dalam dua hari perdagangan berturut-turut.
Melansir laporan Reuters pada jeda siang, indeks Shanghai Composite mencatat kenaikan sebesar 0,4 persen.
Indeks blue-chip CSI300 di China juga ikut menguat sebesar 0,5 persen.
Sektor properti di China menjadi penopang utama dengan lonjakan subindeks sebesar 4,9 persen.
Kondisi berbeda terlihat di bursa Hong Kong, di mana indeks Hang Seng bergerak cenderung datar di level 25.317,49.
Saham-saham sektor teknologi di Hong Kong justru mencatatkan koreksi sebesar 0,6 persen.
Analis memproyeksikan penambahan jumlah pekerjaan di AS mencapai 56.000 pada Agustus, dengan tingkat pengangguran diprediksi bertahan di angka 4,1 persen.










