Jakarta – PT Rama Indonesia resmi mengambil alih kendali PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) setelah merampungkan akuisisi saham mayoritas perusahaan tersebut.

Entitas ini kini tercatat sebagai pemegang saham pengendali dengan kepemilikan sebanyak 2.473.270.000 lembar saham.

Jumlah tersebut setara dengan 59,24% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh dalam perusahaan pengolahan perikanan tersebut.

PT Rama Indonesia sendiri merupakan bagian integral dari Unirama Group, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang solusi rantai pasok dan distribusi barang konsumsi atau Fast-Moving Consumer Goods (FMCG).

Masuknya Unirama Group diprediksi akan memberikan dampak signifikan bagi operasional DPUM ke depannya.

Sinergi strategis diharapkan terjadi melalui penguatan rantai pasok, perluasan jaringan distribusi, hingga peningkatan efisiensi operasional perusahaan.

Direktur PT Rama Indonesia, Fransisda Marga Saputra, menyatakan bahwa langkah akuisisi ini merupakan bagian dari strategi ekspansi investasi jangka panjang grup perusahaan.

“DPUM memiliki pengalaman, aset, dan posisi strategis dalam industri pengolahan serta perdagangan hasil perikanan yang dapat terus dikembangkan melalui penguatan tata kelola, optimalisasi fasilitas, perbaikan pengelolaan modal kerja, dan peningkatan utilisasi kapasitas operasional,” ujar Fransisda dalam keterangan resminya, Senin (14/9/2026).

Pihak manajemen baru berkomitmen untuk membawa transformasi pada tubuh DPUM secara terukur dan berkelanjutan.

Selain fokus pada pengembangan, PT Rama Indonesia juga memberikan perhatian khusus pada pemulihan fasilitas produksi DPUM yang sempat mengalami insiden kebakaran di Pati pada 6 Juni 2026.

Dukungan penuh diberikan untuk mempercepat pemulihan fasilitas terdampak serta menjaga keberlangsungan pelayanan kepada pelanggan.

Manajemen saat ini sedang memproses klaim asuransi terkait insiden tersebut dengan harapan dapat terealisasi hingga 100% dari nilai yang diajukan.

Di sisi lain, DPUM telah menyiapkan rencana bisnis yang cukup agresif untuk tahun 2026.

Perusahaan mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure sebesar Rp 100 miliar guna mendukung agenda ekspansi.

Target utama dari investasi tersebut adalah peningkatan EBITDA rata-rata sebesar 7,75% per tahun dalam periode 2027 hingga 2030.

Langkah ini menunjukkan optimisme pemilik baru terhadap fundamental usaha DPUM di masa depan.

Kehadiran Unirama Group diharapkan mampu memperkuat posisi pasar DPUM melalui keunggulan infrastruktur pergudangan dan jangkauan operasional yang luas di Pulau Jawa.

Fransisda menegaskan bahwa pihaknya akan mendampingi perseroan melewati masa pemulihan sambil tetap membangun fundamental usaha yang lebih solid.

“Kami akan mendorong transformasi DPUM secara prudent, terukur, dan berorientasi pada penciptaan nilai berkelanjutan bagi Perseroan serta seluruh pemegang saham,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *